Ejakulasi Dini (ED) terjadi ketika seorang pria orgasme dan ejakulasi di saat dia belum menginginkannya. Dalam kata lain, ketidakmampuan seorang pria mengontrol / menunda ejakulasi.

 

EJAKULASI DINI PENYEBAB, DIAGNOSA, GEJALA DAN CARA MENGATASIPada pria penderita ejakulasi dini, umumnya ejakulasi terjadi beberapa saat setelah penis masuk (penetrasi) ke vagina dan baru mengalami beberapa gesekan. Pada kasus yang lebih berat, bahkan ejakulasi terjadi ketika baru melakukan foreplay (pemanasan).

Ejakulasi Dini merupakan kasus disfungsi seksual yang paling banyak dikeluhkan para pria, 20-30 % pria di dunia menderita ejakulasi dini tanpa memandang usia maupun di mana mereka tinggal (Journal of Sexual Medicine, 2014). 

Definisi ejakulasi dini telah mengalami perkembangan selama bertahun-tahun :

Pada tahun1950-an – ED didefinisikan sebagai ketidak mampuan seorang pria mengontrol ejakulasi dan ketidak mampuan memuaskan pasangan, paling tidak 50% dari hubungan intim yang pernah mereka lakukan.

Pada tahun 2000 – Definisi ED berubah menjadi, ejakulasi yang terjadi hanya dengan sedikit rangsangan baik sebelum maupun sesaat ketika penis baru penetrasi vagina.

Pada tahun2001 – Definisi ED berubah lagi menjadi, terjadinya ejakulasi sebelum penis penetrasi.

Pada tahun 2004 – Ejakulasi dini memiliki definisi ejakulasi yang terjadi 15 detik saat penis baru penetrasi.

Pada tahun 2008 – Definisi ejakulasi dini kembali berubah, yaitu : Ejakulasi yang terjadi maksimal 1 menit setelah penetrasi vagina.

Pada tahun 2014The International Society for Sexual Medicine  merilis definisi baru yang lebih komprehensif tentang ejakulasi dini. Menguraikan berbagai persyaratan sebagai bahan diagnosis seperti di bawah.

Di luar definisi ejakulasi dini aktual, The International Society for Sexual Medicine panel juga menyatakan bahwasanya perlu adanya 3 komponen untuk diagnosis ejakulasi dini secara lebih akurat :

  1. Lama waktu dari mulai penetrasi penis ke vagina hingga terjadi ejakulasi
  2. Ketidakmampuan pria menahan ejakulasi di semua atau hampir semua sesi penetrasi penis ke vagina
  3. Menimbulkan konsekwensi personal yang negatif seperti : stress, frustasi, penghindaran kegiatan seksual.

Saat ini, definisi ejakulasi dini yang paling diterima di dunia kesehatan seksual adalah ejakulasi yang terjadi di luar kendali di kala seorang pria belum menginginkannya.

Jika Anda pria dengan problem ejakulasi dini, jangan putus harapan. Berikut ada kabar baik untuk Anda, Durevel Spray secara nyata dan segera, bisa membantu Anda mengontrol ejakulasi selama yang Anda inginkan.

Tidak peduli berapapun tingkat keparahan ejakulasi dini yang Anda derita, Durevel Spray siap membuat Mr. P Anda tahan lama saat berhubungan intim.

Tugas Anda tinggal mencoba / trial & error menentukan dosis yang tepat menyesuaikan tingkat keparahan ejakulasi dini yang Anda derita.

Gejala Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini tidak memiliki gejala khusus yang spesifik. Setiap pria di dunia pasti pernah mengalami ejakulasi dini minimal sekali dalam hidupnya.

Tapi apakah dengan pernah mengalami ejakulasi dini, setiap pria disebut menderita ejakulasi dini ?

Tentu tidak. Pria dikatakan memiliki gejala ejakulasi dini jika minimal 50% dari jumlah hubungan intim yang pernah dia lakukan berakhir dengan ejakulasi cepat yang tidak bisa dikontrol.

Sama seperti halnya orang yang bersin sekali atau dua kali tidak bisa langsung disebut menderita gejala flu.

Diagnosis Ejakulasi Dini

Sebagaimana telah Kami singgung di paragraf sebelumnya, diagnosis ejakulasi dini berdasar The International Society for Sexual Medicine pada tahun 2014, dapat disimpulkan bahwa pria didiagnosis mengalami ejakulasi dini jika :

  1. Tidak mampu mengontrol / menahan ejakulasi pada semua atau hampir semua saat penetrasi vagina.
  2. Ejakulasi selalu atau hampir selalu terjadi kurang dari satu menit penetrasi vagina dan hal ini dialami sejak pertama kali melakukan hubungan seksual. Sering juga ejakulasi dini ini disebut ejakulasi dini primer atau bawaan lahir (keturunan).
  3. Ejakulasi selalu atau hampir selalu terjadi kurang dari 3 menit penetrasi vagina.

Tipe atau Jenis-Jenis Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini terbagi menjadi 4 tipe :

1. Ejakulasi Dini Primer

  • Ejakulasi dini ini 91% penyebabnya adalah faktor genetik atau keturunan. (Penelitian Marcel D Weldinger).
  • Ejakulasi dini terjadi di semua atau hampir semua aktifitas hubungan intim yang pernah dilakukan.
  • Ejakulasi selalu terjadi 1 menit atau kurang penetrasi vagina.

2. Ejakulasi Dini Sekunder

  • Penderita ejakulasi dini sekunder, sebelumnya tidak memiliki masalah ejakulasi dini atau masalah seksual lainnya. Tapi entah kenapa tiba-tiba mengalami ejakulasi dini.
  • Ejakulasi terjadi 3 menit atau kurang saat penetrasi vagina.
  • Ejakulasi jenis ini disinyalir akibat adanya stress, depresi atau terjadinya ketidak seimbangan hormon serotonin.

3. Ejakulasi Dini Variabel

  • Ejakulasi dini kadang terjadi kadang tidak
  • Pria dengan tipe ejakulasi dini ini tidak memiliki gangguan kesehatan baik secara fisik maupun mental.
  • Sifatnya lebih ke situasi dan kondisi. Misal : terjadi ejakulasi dini ketika bercinta di tempat gelap, tapi ketika bercinta di tempat terang ejakulasi dini tidak muncul. contoh lain lagi, selalu ejakulasi dini jika bercinta dengan wanita gemuk, tetapi saat bercinta dengan wanita kurus tidak mengalaminya.

4. Ejakulasi Dini Subyektif

  • Ejakulasi dini tipe ini sifatnya subyektif. Jadi sebenarnya si pria sehat dan normal. Durasi hubungan intimnya pun tergolong normal bahkan cukup lama.
  • Tetapi karena faktor “merasa” kurang puas, dirinya merasa menderita ejakulasi dini dan butuh menginginkan durasi yang lebih lama dalam bercinta.

Penyebab Terjadinya Ejakulasi Dini

Hingga saat ini, sebenarnya dunia medis belum bisa menentukan penyebab pasti terjadinya ejakulasi dini.

Maka jika ditanyakan pada ahli di bidang yang berbeda, jawaban yang ada tergantung dari sudut pandang keahlian yang mereka miliki.

Jika Anda bertanya pada psikolog, jawaban mereka pasti ‘akibat adanya masalah psikis’. Berbeda dengan psikolog, dokter akan menjawab penyebabnya karena masalah pada lemahnya otot panggul bawah atau otot PC (PC muscle).

Ejakulasi adalah fungsi dari sistem syaraf kompleks. Jangan Anda pikir ejakulasi hanya melibatkan penis saja. Penis hanya salah satu bagian kecil dari serangkaian organ seksual yang kompleks.

Kebetulan, dari serangkaian organ seksual, hanya penis yang tampak, maka perhatian seseorang hanya fokus di penis ketika mengalami gangguan seksual seperti ejakulasi dini.

Terjadinya ejakulasi melibatkan otak, otot bawah panggul (PC muscle) dan tentunya syaraf-syaraf genital pada penis.

Karena system organ seksual laki-laki cukup kompleks, itulah salah satu alasan penyebab pasti ED tidak diketahui.

Meskipun Ejakulasi Dini sering menurunkan sexual confidence seorang pria, dan terapi psikologis sering dianjurkan, kebanyakan dokter sekarang berpikir bahwa masalah psikologis jarang menjadi penyebab PE yang sebenarnya.

Sebaliknya, ahli medis sekarang lebih percaya bahwa penyebab ejakulasi dini pada laki-laki lebih banyak kaitannya dengan masalah neuro-biologis.

3 Besar penyebab ejakulasi dini yang dikutip profesional medis dan literatur adalah:

  • Penis yang terlalu sensitif / mudah terangsang
  • Kekurangan hormon serotonin (hormon terkait kesehatan mental dan mood)
  • Kadar oxitocin yang tinggi dalam darah

Beberapa gangguan kesehatan disinyalir juga menjadi penyebab ejakulasi dini, seperti hipertiroid dan gangguan prostat.

Cara Mengatasi Ejakulasi Dini

Pria penderita Ejakulasi Dini sering putus asa untuk mencari treatment atau penyembuhan. Mereka akan mencoba hampir semua hal.

Sebagian besar metode perawatan berfokus pada otak atau penis. Ada juga obat-obatan oral yang mengubah kimia otak untuk menunda ejakulasi dini, serta anestesi topikal untuk menurunkan sensitivitas penis.

Sementara komunitas medis masih memperdebatkan peran sensitivitas penis sebagai penyebab ejakulasi dini, American Urological Association sekarang sudah memasukkan anestesi topikal, sebagai pengobatan yang direkomendasikan untuk penis yang terlalu sensitive.

Pada intinya, mereka telah mengakui anestesi topikal sebagai pengobatan ejakulasi dini yang valid.

Anestesi topikal ini biasanya berupa semprotan, krim atau obat oles dan kemudian diaplikasikan ke penis sebelum aktivitas seksual.

Anestesi topikal bekerja dengan cara mengurangi sensitivitas penis, yang pada gilirannya memungkinkan pria untuk menunda ejakulasi.

Salah satu brand lokal untuk anestesi topikal adalah Durevel Spray. Berbeda dengan anestesi topikal brand-brand internasional yang biasanya menggunakakan lidocaine atau benzocaine, Durevel Spray 100% berbahan alami.

BELI DUREVEL SPRAY DI MANA

Berikut ini beberapa treatment yang umumnya digunakan untuk menangani ejakulasi dini :

1. Senam Kegel & Pelvic Floor Untuk Mengatasi Ejakulasi Dini

Latihan kegel, juga dikenal sebagai latihan pelvic floor, adalah metode yang digunakan untuk memperkuat otot dasar panggul (Otot PC) dengan cara menegangkan / mengencangkan otot PC (Pubococcygeus).

Diciptakan oleh Dr. Arnold Kegel pada tahun 1940-an, awalnya digunakan untuk wanita yang bermasalah dalam mengontrol air kemih.

Pada perkembangannya oleh para dokter, latihan Kegel juga digunakan untuk pria dalam melatih otot PC mereka. Sehingga mampu mengontrol ejakulasi.

2. Teknik Start Stop & Squeeze Untuk Latihan Kontrol Ejakulasi

Penanganan ejakulasi dini terkadang dimulai dengan terapi perilaku, termasuk teknik stop-start atau squeeze.

Inti dari teknik star stop & squeeze adalah penderita ED dilatih mengenali response tubuh ketika berada di masing-masing level gairah.

Kemudian, ketika gairah hendak mendekati puncak (hendak ejakulasi), pria men-stop rangsangan pada penisnya. Selanjutnya diam hingga level gairah turun, kemudian rangsang lagi dan saat mendekati klimaks, stop rangsangan. Ulang-ulang latihan ini 3 kali perminggu.

Metode ini memiliki keberhasilan cukup tinggi dalam membuat durasi pria bertambah 7-10 menit. Tetapi dibutuhkan kesabaran dan kedisiplinan tingkat tinggi selama 3-6 bulan, tiap-tiap individu tentunya akan mendapatkan hasil yang berbeda-beda.

3. Mengobati Ejakulasi Dini dengan Pill atau Obat-Obatan

Pill atau obat-obatan yang sering diresepkan oleh medis adalah SSRIs (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors). Sebenarnya obat ini adalah antidepresan yang biasa digunakan untuk penderita stess atau depresi.

SSRI bekerja dengan cara menstimulus sel otak yang berkaitan dengan hormon serotonin. Meningkatnya serotonin, membangkitkan rasa tenang dan bahagia.

SSRI cukup efektif menangani ejakulasi dini, tetapi pemakaiannya harus di bawah pengawasan dokter. Dan sebagaimana obat-obatan kimia lainnya, memiliki efek samping apalagi jika dipakai dalam jangka waktu panjang.

Efek samping serotonin :

  1. Menurunkan libido / gairah seks
  2. Menimbulkan pusing kepala
  3. Munculnya mual-mual

Setelah membaca artikel ini, Kami harap Anda memahami dan mampu dengan bijak mengambil tindakan yang tepat untuk mengatasi ejakulasi dini yang Anda derita.